MOHRISCA, YOLANDA (2025) PERBEDAAN BERBAGAI ARANG SEBAGAI MEDIA PENYARINGAN DALAM MENURUNKAN WARNA PADA AIR GAMBUT. Diploma thesis, POLTEKKES KEMENKES JAMBI.
1 Cover.pdf
Download (173kB)
2 Halaman Pengesahan.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (418kB)
3 Abstrak.pdf
Download (246kB)
BAB I.pdf
Download (280kB)
BAB II.pdf
Download (395kB)
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only
Download (476kB)
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only
Download (343kB)
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only
Download (197kB)
Daftar Pustaka.pdf
Download (340kB)
Lampiran.pdf
Restricted to Registered users only
Download (2MB)
Abstract
Air gambut di Desa Danau Lamo, Kecamatan Muaro Sebo memiliki
nilai warna air gambut paling tinggi diperoleh 745 Pt-co, yang melebihi
batas baku mutu 10 TCU. Air gambut salah satu sumber air yang dapat
dijadikan sebagai sumber untuk air bersih bila dilakukan penyaringan. Air
gambut yang berwarna merah kecoklatan dapat melalui penyaringan yang
terbuat dari karbon aktif atau media arang yang banyak tersedia di Desa
Danau Lamo.Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui kemampuan
adsorpsi arang dalam menurunkan warna air gambut di Desa Danau
Lamo Kecamatan Muaro Sebo yang nilai warna air gambutnya tinggi.
Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain penelitian
Posttest Only Control Design. Populasi dalam penelitian ini adalah arang,
sampel yang digunakan arang batok kelapa, arang kayu, dan arang
sekam padi. Pengumpulan data diperoleh melalui analisis menggunakan
uji varians anova.
Hasil dari Penelitian yaitu berbagai media arang menurunkan warna
air gambut, yaitu arang batok kelapa dengan ketebalan 60 cm terjadi
penurunan warna rata-rata sebesar 243,66 Pt-co atau 32,70 %. Pada
arang kayu dengan ketebalan 60 cm terjadi penurunan warna rata-rata
sebesar 436,66 atau 58,56 % dan arang sekam padi dengan ketebalan 60
cm terjadi penurunan warna rata-rata sebesar 222,22 atau 28,37 %. Hasil
dari uji bivariat antara variasi arang batok kelapa dan arang kayu di
dapatkan nilai p-Value 0,000<0,05, maka disimpulkan terdapat perbedaan
yang signifikan, untuk variasi arang kayu dan arang sekam padi yaitu
dengan p-Value 0,000<0,05, sehingga dapat disimpulkan ada perbedaan
yang signifikan. Sedangkan variasi arang batok kelapa dan arang sekam
padi di dapatkan nilai p-Value 0,387, maka disimpulkan tidak ada
perbedaan yang signifikan.
Penelitian ini diperlukan untuk peneliti selanjutnya dapat melakukan
proses awal yaitu koagulasi dan menambahkan bahan media penyaringan
berupa kerikil, pasir silika, atau ijuk pada media penyaringan.
| Item Type: | KTI, Skripsi, Tesis, Disertasi (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Arang, Penyaringan, Air Gambut, Warna |
| Subjects: | Q Science > Q Science (General) T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering |
| Divisions: | Jurusan Kesehatan Lingkungan > D4 Sanitasi Lingkungan |
| Depositing User: | YOLANDA MOHRISCA |
| Date Deposited: | 20 Jan 2026 06:31 |
| Last Modified: | 20 Jan 2026 06:31 |
| URI: | http://eprints.poltekkesjambi.ac.id/id/eprint/1327 |
Download Statistics
Download Statistics